Ketua PA Rangkasbitung

Arabic Dutch English French German Italian Portuguese Russian Spanish












Advertisement

Featured Links:
House of Raka
House of Raka Blog nya admin, download & Info
Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah
Buku I Kompilasi Hukum Ekonomi Syari'ah
Prilaku Hakim
Pedoman Prilaku Hakim
Joomla! Shop
For all your Joomla! merchandise.
Eror
  • ERROR LOADING FEED DATA

PROSEDUR CERAI GUGAT

Cerai Gugat

  • PDF

PROSEDUR CERAI GUGAT

Perkara cerai gugat adalah perkara perceraian dimana pihak yang mengajukan atau pihak yang menghendaki perceraian adalah pihak isteri.

Persyaratan :

  1. Membayar panjar biaya perkara yang telah ditetapkan (sesuai dengan radius) yang dibayarkan oleh pihak yang berperkara kepada BRI Cabang Rangkasbitung dengan membawa SKUM yang dikeluarkan oleh petugas Meja I.
  2. Surat permohonan cerai dibuat 6 rangkap.
  3. Foto copy Akta Nikah atau Duplikat Akta Nikah yang dimateraikan Rp. 6000,- di kantor pos
  4. Foto copy KTP 1 lembar folio 1 muka (tidak dipotong) di beri materai Rp.6000,-
  5. Surat Keterangan Lurah/Desa
  6. Surat Ijin Atasan bagi PNS/TNI/POLRI.

Langkah yang harus dilakukan :

1. Mengajukan gugatan :

a) Secara tertulis atau lisan kepada pengadilan agama.(Pasal 118 HIR, 142 R.Bg jo Pasal 73 UU No. 7 Tahun 1989).

b) Penggugat dianjurkan untuk meminta petunjuk kepada pengadilan agama tentang tata cara membuat surat gugatan (Pasal 118 HIR, 142 R.Bg jo Pasa; 58 UU No.7 Tahun 1989).

c) Surat gugatan dapat dirubah sepanjang tidak merubah posita dan petitum. Jika Tergugat telah menjawab surat gugatan ternyata ada perubahan, maka perubahan tersebut harus atas persetujuan Tergugat.

2. Gugatan tersebut diajukan kepada pengadilan agama:

a) Bila Penggugat meninggalkan tempat kediaman yang telah disepakati bersama tanpa ijin Tergugat, maka gugatan diajukan di Pengadilan Agama yang daerah hukumnya meliputi tempat kediaman Tergugat.

b) Bila Penggugat bertenpat kediaman di luar negeri, maka gugatan diajukan kepada Pengadilan Agama yang daerah hukumnya meliputi tempat kediaman Tergugat.

c) Bila Penggugat dan Tergugat bertempat kediaman di luar negeri, maka gugatan diajukan kepada pengadilan agama yang daerah hukumnya meliputi tempat dilangsungkannya perkawinan.

3. Gugatan soal penguasaan anak, nafkah anak, nafkah istri dan harta bersama dapat diajukan bersama-sama dengan gugatan cerai gugat atau sesudah putusan perceraian memperoleh kekuatan hukum tetap.(Pasal 86 ayat (1) UU No. 7 Tahun 1989).

 

Proses Penyelesaian Perkara :

  1. Penggugat mendaftarkan gugatan cerai gugat ke pengadilan agama.
  2. Penggugat dan Tergugat dipanggil oleh pengadilan agama untuk menghadiri persidangan.
  3. Tahapan persidangan :

· Pada pemeriksaan sidang pertama hakim berusaha mendamaikan kedua belah pihak, dan suami isteri harus datang secara pribadi.

· Apabila tidak berhasil, maka hakim mewajibkan kepada kedua belah pihak agar lebih dahulu menempuh mediasi.

· Apabila mediasi tidak berhasil, maka pemeriksaan perkara dilanjutkan dengan membacakan surat gugatan, jawaban, jawab menjawab, pembuktian dan kesimpulan. Dalam tahap jawab menjawab (sebelum pembuktian) Tergugat dapat mengajukan gugatan rekonvensi (gugat balik). (Pasal 132 a HIR, 158 R.Bg)

 

Putusan pengadilan agama atas permohonan cerai gugat sebagai berikut :

  1. Gugatan dikabulkan. Apabila Tergugat tidak puas dapat mengajukan banding melalui pengadilan agama tersebut.
  2. Gugatan ditolak. Penggugat dapat mengajukan banding melalui pengadilan agama tersebut.
  3. Gugatan tidak diterima. Pemohon dapat mengajukan permohonan baru.

Setelah putusan memperoleh kekuatan hukum tetap, maka Panitera pengadilan agama memberikan Akta Cerai sebagai bukti cerai kepada kedua belah pihak selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari setelah putusan tersebut memperoleh kekuatan hukum tetap.